Malas itu merusak system
Malas itu merusak system
Dalam kehidupan manusia malas sudah menjadi bagian setiap
invidunya manusia, mungkin banyak sekali pertanyaan bagaimana untuk
menghilangkan rasa malas kita, kadang kita terbelengguh dalam kemalas yang
sulit menyadarkan diri kita. Dan malas menjadi menjadi gaya hidup manusia saat
ini. Terlebih di era yang serba digital ini, semua fasilitas kemalas sudah
didepan mata. Kini malas dengan ingin cepat itu beda tipis, disini kita musti
bedakan antara malas dan ingin semua serba cepat.
Perubahan teknologi seolah-olah memaksa diri kita keluar
dari keingin gerak, contoh hal kecil adalah berjalan, kendaraan adalah salah
satu factor manusia malas berjalan kaki. Perubahan gerak ini mempengaruhi
secara pribadi manusia. Artinya kerusakan diri yang tidak mau jalan kaki
membuat manusia tidak mengfungsikan kaki untuk berjalan, kewarung yang berjarak
50 meter saja mengunakan motor. Terlebih budaya malas jalan kaki ini sudah
mengakar sampai anak bayi yang baru belajar berjalan.
Malas merusak system ini bisa kita masuk dalam wilayah
internal pribadi mau pun dari ekternal seseorang. Artinya ekternal adalah misalnya
dunia kerja, bagaimana dalam pekerjaan ada satu orang malas berkerja, maka
akan berdampak pada semua bagian yang
produksi. Dalam hal itu pula malas itu merusak secara pribadi organ tubuh kita
sampai organisasi kerja itu sendiri.
Maka malas adalah sesuatu yang musti diperangi semua orang,
karena budaya malas kini sudah merajai
manusia, manusia seperti kehilangan produktifitas, inginnya semua serba gampang
dan ringan dan mudah. Wal hasil budaya malas merusak segala sendi kehidupan
manusia yang lain. Walau kita benci dengan orang malas namun esensi dasar malas
itu ada pada pribadi kita masing-masing
kita.
Jadi kita sudah mengetahui bahwa malas itu sangat merusak system. System organ tubuh
sampai system organisasi kerja itu sendiri. Bagi kita mengerti tentang orang malas
itu banyak, bila kita membiarkan kemalas itu menyebar dimasyarakat tanpa kita
mencoba merobah kaum – kaum pemalas perlahan-lahan maka dampak budaya malas
mewabahi kehidupan semuanya.
Comments
Post a Comment