Orang Tua atau Ibu Bapak Kita
orang tua adalah orang telah melahirkan kita di dunia ini. mereka lah yang membesarkan kita sampai kita bisa berpikir dan menjalani hidup ini. apa yang sudah orang tua korban untuk anak nya. terlebih pengorbanan dari nyawa dan materi untuk kita, agar kita bisa atau mampu bertahan dikehidupan dunia ini yang berarti adalah bekal selanjutnya hidup untuk keberlangsungan hidup kita. maka dari itu kita sebagai anak sudah selayak memahami bagaimana tugas kita sebagai anak kepada orang tua kita. kadang memang sulit kita pahami bagaimana dan apa yang kita lakukan untuk orang tua kita. kadang kita binggung musti bagaimana. benar begitu kah ?.
pembahasa kali ini kita musti mengurai benar - benar sebuat teka-teki yang sulit kita jawab dan mengerti. karena semua itu musti tahu bagaimana teorinya sikap kita terhadap orang tua kita. bagi kalangan peratau atau masyarakat urban dalam memahami pun sulit, karena yang mereka mengejar dunia dengan materi. seolah - olah penuntukan materi terhadapa orang tua itu mencari sebuah cita-cita umum. lain dengan orang stay tidak perantau mereka menghormati orang dengan hidup rukun dengan keluarga tanpa melihat dari sisi materi.
bagaimana kah islam menjawab sebuah teka-teki terhadap orang tua tersebut, pada kenyataan juga lain terkadang semua seperti garis tipis tak tampak, kaya tak menjamin orang tua bahagia, dekat pun tak jamin orang tua bahagia, bisa jadi beban. problem - problem tipis ini bisa kita makna sebuah perujudan dalam kepelikan kehidupan yang musti kita pelajari.
ada pun islam mengajarkan tentang silatuhrami dan menghormati orang tua, ridho orang tua juga ridho Allah swt, tingkat pemahaman kita musti lebih akurat lagi bila kita memakna tentang orang tua , karena kita akan menjadi orang tua.
sebuah makna yang harus kita ungkap dengan segala kemampuan kita, karena sebuah ilmu seperti memecahakan teka-teki makna diri. tak jarang memang kita tak tau bagaimana sikap melihat kondisi yang terjadi kepada orang tua kita. wal hasil kita lebih santai , dan bila sakit kita perhatian pada langsung kerumah sakit. tanpa lihat sebab sebab kemungkinan nya.
pembahasa kali ini kita musti mengurai benar - benar sebuat teka-teki yang sulit kita jawab dan mengerti. karena semua itu musti tahu bagaimana teorinya sikap kita terhadap orang tua kita. bagi kalangan peratau atau masyarakat urban dalam memahami pun sulit, karena yang mereka mengejar dunia dengan materi. seolah - olah penuntukan materi terhadapa orang tua itu mencari sebuah cita-cita umum. lain dengan orang stay tidak perantau mereka menghormati orang dengan hidup rukun dengan keluarga tanpa melihat dari sisi materi.
bagaimana kah islam menjawab sebuah teka-teki terhadap orang tua tersebut, pada kenyataan juga lain terkadang semua seperti garis tipis tak tampak, kaya tak menjamin orang tua bahagia, dekat pun tak jamin orang tua bahagia, bisa jadi beban. problem - problem tipis ini bisa kita makna sebuah perujudan dalam kepelikan kehidupan yang musti kita pelajari.
ada pun islam mengajarkan tentang silatuhrami dan menghormati orang tua, ridho orang tua juga ridho Allah swt, tingkat pemahaman kita musti lebih akurat lagi bila kita memakna tentang orang tua , karena kita akan menjadi orang tua.
sebuah makna yang harus kita ungkap dengan segala kemampuan kita, karena sebuah ilmu seperti memecahakan teka-teki makna diri. tak jarang memang kita tak tau bagaimana sikap melihat kondisi yang terjadi kepada orang tua kita. wal hasil kita lebih santai , dan bila sakit kita perhatian pada langsung kerumah sakit. tanpa lihat sebab sebab kemungkinan nya.
Comments
Post a Comment